Thursday, December 5, 2013

MALAYSIA TRIP 2013 Part I: BERBURU TIKET MURAH


Semua mau tiket murah pon!
Kalau dihitung secara cermat, post terbesar untuk jalan-jalan itu biasanya dari tiket pesawat. Anggaran untuk urusan yang satu ini bisa memakan 50% sampai 70% dari biaya total perjalanan! Kebayangkan betapa berharganya tiket pesawat murah bagi seorang traveler irit seperti saya.

    Beruntungnya sekarang sudah banyak maskapai murah yang sering menawarkan harga tiket promo yang sering tak masuk di akal. Bisa sampai nol rupiah, perginya bayar pulangnya dibayarin, beli dua gratis satu, Friday Frenzy, Thursday Flash, macam-macamlah slogan promonya! Tapi itu memang benar, soalnya saya sudah beberapa kali mendapatkan harga miring sesuai dengan apa yang ditawarkan di situs mereka, pun demikian dengan kawan-kawan saya. Belum lama ini seorang kawan saya dapat tiket promo Tiger-Mandala “perginya bayar pulangnya dibayarin” dengan rute Pekanbaru-Jakarta PP, cukup dengan 400 ribuan. Lumayan kan. Cuman nggak enaknya jam terbangnya itu lho, jam 21.30 malam dan sampai pukul 23.00 WIB di Cengkareng, padahal tujuan sebenarnya mau ke Bandung. Nggak nyante banget sih nyampe Bandung dini hari! Huhh!!!
Saya ini orangnya bosanan, nggak bisa betah lama-lama melakukan aktifitas rutin yang itu-itu saja dalam jangka lama. Mangkanya saya perlu jalan-jalan buat ngilangin kejenuhan. Jadilah saya orang yang nggak mau ketinggalan blingsatan cari tiket pesawat murah ke tujuan manapun yang saya sukai dan pengen kunjungi. Sudah sejak lama saya subscribe alamat situs beberapa maskapai low cost carrier biar dapet info promo paling up to date. Tapi kok ya tiket Pekanbaru-Bali itu nggak pernah murah ya? Hehehe.... Jadi jangan salahkan saya kalau saya lebih sering nyebrang ke negeri tetangga ketimbang bagian timur Indonesia. Gegaranya maskapai AA itu doyan banget ngasih harga super miring. Dengan uang tersisa cepek ribu di rekening pun saya sudah bisa membeli tiket PKU-KL PP, asyik kan. Saya sudah pernah dapat tiket sehala ke KL 75 ribu doang. Nah, belum lama ini lagi-lagi saya dapat tiket promo ke KL cukup dengan 66 ribu! Murah beud!!! Berhubung saya menganggarkan ini traveling terakhir untuk tahun 2013 ini, maka nggak ada salahnya saya turut membelikan tiket untuk kedua orang tua saya. Jadi ceritanya jalan-jalan bareng ortu biar terasa lebih rame. 
Harga akhir yang tertebus total adalah 1.229.000 rupiah untuk 3 orang PP plus satu bagasi 20 kg. Lumayanlah. Harga ini sudah termasuk tax di bandara LCCT tapi tidak di bandara Indonesia. Saya melakukan transaksi kira-kira 2 bulan sebelum tanggal keberangkatan. Jadi saya masih punya waktu buat nabung dan menyusun rencana perjalanan 5 hari 4 malam di Malaysia. Coba bandingkan kalau saya ke Bali, taroklah tiket PKU-CGK sekitar 500 ribu, CGK-DPS sekitar 400 ribu, jadi pergi saja sudah 900 ribu, total jenderal 1,8 juta PP. Itu juga baru untuk satu orang! Mana kuat!
Tuh banjarnya! V(^_^)V
Sebulan menjelang keberangkatan kabar yang kurang sedap pun datang. Sebuah sms dari AA masuk ke HP saya memberitahukan bahwa penerbangan saya, baik dan pulang maupun pergi mesti digeser. Hadeuhhh...!!! Apa-apaan sih ini?! Saya lantas disarankan untuk mengecek situs AA yang di-link-kan dari e-mail saya. Di situs tertera beberapa pilihan perubahan; yang pertama membatalkan penerbangan dan uang akan totally di-refund, pilihan kedua menggeser jam dan hari penerbangan, dan yang terakhir saya lupa (peace ;P). Kalau nggak salah dikumpulin jadi big point. Sempat terbersit untuk membatalkan saja perjalanan impulsive ini. Tapi setelah berdiskusi dengan ibu, dan kebetulan ibu pun sudah niat banget mau ke Penang, akhirnya kami putuskan untuk tetap pergi dengan opsi menggeser jadual penerbangan. Sebenarnya tidak terlalu signifikan sih perubahannya. PKU-KL dilayani oleh AA dengan frekuensi dua kali sehari, pagi pukul 11 dan petang pukul 15.30. Nah, saya yang tadinya bakal terbang pagi tanggal 26 Oktober 2013 menggesernya jadi penerbangan sore di hari yang sama. Lalu jadual pulang yang tadinya tanggal 26 sore digeser 27 pagi. That’s it! Itu doang kok, nggak ada biaya perubahan sama sekali. Yang jadi pertanyaan, kenapa kok penerbangan saya main digeser aja seenak perut tanpa ada penjelasan?! Apa karena status saya penumpang promo (baca: bayar murah kok maunya enak?!) yang bisa ditarik-ulur. Auk ah...tanya kenapa?
Yang penting brangkuutt!!!
Masalahnya itinerary yang sudah saya susun rapi jadi sedikit berantakan gara-gara penggeseran jadual terbang ini. Dari yang tadinya saya nggak perlu terlalu risau karena nyampe di KL siang, mendadak jadi panik karena bakalan nyampe KL maghrib, sementara saya mengejar waktu untuk secepatnya ke Penang. Gimana dong? Bukan backpacker sejati kalau menyerah pada keadaan. Kejadian tak terduga seperti inilah yang harus bisa dijinakkan. Jadilah saya getol mencari informasi dan merancang berbagai alternatif. Alih-alih bakal ribet, saya malah menemukan banyak pilihan alternatif perjalanan yang justru lebih baik dari sebelumnya. Setelah bertapa di depan laptop siang dan malam di sela-sela kerja, plus pake direvisi segala, jadilah itinerary fix saya seminggu sebelum keberangkatan. Secara saya sudah tidak asing lagi dengan Malaysia, saya cukup puas dan percaya diri dengan itin yang saya buat ini. Boleh dibilang inilah traveling saya yang paling well prepared. Bukan hanya soal jadual, tapi juga soal fisik. Mengingat waktu yang singkat dan padatnya jadual show merangkap ketua rombongan (baca: tukang panggul backpack), saya mesti menggenjot fisik biar ntar nggak kedodoran. Seminggu menjelang berangkat, hampir setiap hari saya jogging biar otot dan napas saya kuat kayak kuda pacu! Penasaran gimana serunya perjalanan saya di Malaysia? Ikutin terus ceritanya...BERSAMBUNG